Pemetaan Wilayah Persebaran Padi dan Kopi dengan Quantum Geographic Information System Versi 3.12.2


Authors

  • Ira Zulfa Universitas Gajah Putih, Takengon, Indonesia
  • Fajrillah Universitas IBBI, Medan, Indonesia
  • Richasanty Septima Universitas Gajah Putih, Takengon, Indonesia
  • May Handri Universitas IBBI, Medan, Indonesia
  • Ida Zulfida Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Medan, Indonesia
  • Lili Suryati Universitas IBBI, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30865/resolusi.v3i6.1005

Keywords:

QGIS; Mapping; Paddy; Coffee; BPS

Abstract

QGIS is a Geographic Information System (GIS) software used to analyze and map geographic data. In the context of mapping the distribution of rice and coffee, QGIS can be used to extract spatial data related to factors such as soil type, climate, elevation, or other environmental factors that affect the distribution and growth of these plants. analyzed. This study used QGIS software version 3.12.2 to map the distribution areas of rice and coffee. Rice and coffee are two important crops in agriculture and understanding their distribution can help in farm management and planning. The mapping methods used may include spatial data analysis, including using available spatial data such as satellite imagery or field data to identify and map areas suitable for rice and coffee cultivation and production. Paddy and coffee line mapping can provide an overview of growth patterns, availability of suitable land, or other environmental factors that affect the production of these crops. This information can be used in making decisions about agricultural development, resource allocation or sustainable development planning. ith using QGIS, agricultural researchers or practitioners can combine data from various sources, including satellite imagery, field data, or other data, to build maps that depict areas where rice and coffee grow well. This information can provide insight into crop distribution patterns, identify potential areas for agricultural development, or assist in making decisions regarding agricultural land management.

Downloads

Download data is not yet available.

References

L. M. Prayogo, Quantum GIS 3.14 [Basic] - Volume 1, vol. 1, no. November. 2020.

A. Adil,S.Kom.,M.Sc, Sistem Informasi Geografis, vol. 1, no. 1. 1990.

Amaliah Khoirun Nisyak, Fatwa Ramdani, S. Perancangan Arsitektur, Pembangunan Web-GIS, dan Analisis Kesesuaian Lahan Pertanian Tanaman Padi Menggunakan Metode GIS-MCDA di Kota Batu. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 1 (September), 1230-1239. 2017.

N. I. Fawzi dan V. N. Husna, Landsat 8 “Sebuah Teori dan Teknik Pemrosesan Tingkat Dasar,” vol. 1, no. April. 2021 [Online]. Tersedia pada: https://www.researchgate.net/publication/350819219

F. Fachruddin, R. Fadhil, Syafriandi, dan D. Dahlan, “Suitability analysis of scrubland for arabica and robusta coffee plants in Aceh Besar Regency,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 644, no. 1, hal. 0–8, 2021.

M. Rohman, A. E. B. Pengusaha, S. Berbasis, M. Di, dan W. Bandar, “Sistem informasi geografis pemetaan komoditas tanaman sayur dengan menggunakan platform web,” vol. 3, no. 3, hal. 1–18, 2023.

A. Kurniantoro, A. I. Uktoro, dan Hermantoro, “Pemanfaatan Drone Terintegrasi SIG Untuk Pemetaan Tanaman Jagung,” vol. 1, no. 01, hal. 47–60, 2023.

A. Sofitri, “Keunggulan Teknologi QGIS dan Saga GIS dalam Perancanaan Pembangunan Fasilitas Negara,” Geografi, vol. 6, no. November, hal. 1–7, 2019.

K. C. Alexander, A. R. Ardi, dan A. Faiqoh, “Sistem Informasi Geografis Persebaran Indekos di Sekitar Wilayah Institut Teknologi Telkom Purwokerto Berbasis Web,” vol. 8798, hal. 179–193, 2022.

D. Alita, I. Tubagus, Y. Rahmanto, S. Styawati, dan A. Nurkholis, “Sistem Informasi Geografis Pemetaan Wilayah Kelayakan Tanam Tanaman Jagung Dan Singkong Pada Kabupaten Lampung Selatan,” J. Soc. Sci. Technol. Community Serv., vol. 1, no. 2, hal. 1–9, 2020.

A. M. Nur, A. Sudianto, H. Bahtiar, dan M. Fauzi, “Pemetaan Praktek Dokter Umum dan Bidan di Kota Selong Berbasis SIG ( Sistem Informasi Geografis ) zaman , memicu perkembangan teknologi informasi di seluruh dunia . Dengan adanya teknologi informasi yang kian berkembang dapat mengubah paradigma masyarakat dalam mencari sumber informasi yang tidak terbatas . Masyarakat dapat mencari informasi melalui berbagai media , antara lain media cetak , radio , televisi , dan juga melalui internet [ 1 ]. Internet merupakan jaringan komputer yang menghubungkan antar jaringan secara global , Penggunaan internet pada zaman ini menghasilakn banyaknya informasi berbasis online , salah satunya yaitu Sistem Informasi Geografis , yaitu sistem yang dapat memodelkan serta memberikan gambaran dan penjelasan dari suatu kondisi secara nyata [ 2 ]. Sistem Informasi Geografis ( SIG ) yang biasa dikenal dengan Geographic Information System ( GIS ) merupakan sebuah sistem yang menggabungkan antara peta geografis dan informasi dalam sebuah website , yang dirancang khusus untuk menghasilakan informasi yang terkait dengan posisi sebuah lokasi di muka bumi yang diperoleh dari sejumlah data yang diolah dari data geografis menggunakan aplikasi google map API [ 3 ]. penelitian ini bertujuan untuk memetakan praktek dokter umum dan bidan berbasis SIG ( Sistem Informasi Geografis ) di kota selong . Di kota selong masih kurangnya informasi keberadaan praktek dokter umum dan bidan yang memadai . Kurangnya informasi ini menyulitkan masyarakat untuk mencari alternatif penanganan Kesehatan secara secepat , maka dibuatlah sebuah konsep pemetaan dokter umum dan bidan berbasis SIG . Konsep ini muncul sebagai akibat kompleksitas segala aspek kehidupan yang menuntut segala proses , terjadi secara cepat , tepat , akurat dan efisien , sehingga diharapkan dengan adanya Sistem Informasi Geografis , penyebaran praktek Dokter Umum dan Bidan , mampu memberikan solusi terkait keberadaan lokasi praktek dokter dan bidan di kota Selong . Dari uraian tersebut , maka penulis mengangkat judul ‘ Pemetaan Praktek Dokter Umum dan Bidan di Kota Selong Berbasis SIG ( Sistem Informasi Geografis ) ’ 2 . Tinjauan Pustaka Dari penelitian ini , penulis mengangkat beberapa penelitian sebagai referensi . Berikut merupakan penelitian beberapa jurnal terkait dengan penelitian yang dilakukan penulis , yaitu Penelitian oleh Amri Muliawan Nur dan Mahpuz “ Pemetaan Rumah Makan Lesehan Di Kecamatan Selong Dan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Berbasis Gis ( Geographic Information Syste…,” vol. 6, no. 1, hal. 148–157, 2023.

N. Kurniati, B. Tampubolon, dan H. . Christanto, “Pengaruh Penggunaan Media SIG Dengan Aplikasi QGIS Pada Pembelajaran Geografi Terhadap Hasil Belajar Siswa,” Pendidik. dan Pembelajaran Katulistiwa, vol. 9, no. 1, hal. 1–9, 2020.

A. T. Prastowo, D. Darwis, dan N. B. Pamungkas, “Aplikasi Web Pemetaan Wilayah Kelayakan Tanam Jagung Berdasarkan Hasil Panen di Kabupaten Lampung Selatan,” J. Komputasi, vol. 8, no. 1, hal. 21–29, 2020.

H. N. Hartikayanti, R. Ilyas, dan I. Wicaksana, “Geographic Information System for Mapping,” vol. 6, no. 4, hal. 834–840, 2022.

I. Saputra, “Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Rute Angkutan Umum Berbasis Android Pada Kementerian Perhubungan Kota Pekanbaru,” J. Ekon. Vol. 18, Nomor 1 Maret201, vol. 2, no. 1, hal. 41–49, 2021.

E. Sestri, “SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN LOKASI UKM ( STUDI KASUS?: KOTA PAYAKUMBUH ),” vol. 4307, no. June, hal. 350–354, 2023.

N. Hasdyna, R. Raniati, I. Universitas, I. Kebangsaan, dan D. R. Begal, “SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN DAERAH,” hal. 72–79.

Suryamen, et. Al. Pembangunan Sistem Informasi Komoditi Berbasis WebGIS untuk Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Daerah Tanjung Raya Maninjau. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, (November), 1-7. 2017.

Suryamen, et. Al. Pembangunan Sistem Informasi Komoditi Berbasis WebGIS untuk Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Daerah Tanjung Raya Maninjau. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, (November), 1-7. 2017.

Rubiyo, Jemmy Rinaldi dan Suharyanto, Kajian Robusta MenjadiKopi Arabika dengan Teknik Sambung di Kabupaten Bangli. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. 2005.


Bila bermanfaat silahkan share artikel ini

Berikan Komentar Anda terhadap artikel Pemetaan Wilayah Persebaran Padi dan Kopi dengan Quantum Geographic Information System Versi 3.12.2

Dimensions Badge

ARTICLE HISTORY


Published: 2023-07-31
Abstract View: 475 times
PDF Download: 569 times